Minggu, 19 Februari 2012

RAS MANUSIA

يا أيها الناس إنا خلقناكم من ذكر وأنثى وجعلناكم شعوبا وقبائل لتعارفوا إن أكرمكم عند الله أتقاكم إن الله عليم خبير
Artinya: “Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kalian dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, dan menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kalian saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah orang yang paling bertaqwa di antara kalian. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”

 


Ras manusia


Oleh para pakar Ras Manusia disebut karakteristik luar yang diturunkan secara genetik dan membedakan satu kelompok dari kelompok lainnya.
Secara tradisional oleh para pakar dibedakan ada tiga ras utama yaitu:
  • Ras Kulit Hitam
  • Ras Kulit Putih
  • Ras Kulit Kuning
Namun setelah diteliti lebih lanjut ternyata ras manusia pembagian bisa lebih rinci lagi menjadi:
  • Ras Khoisan (orang Bushmen atau Hottentot dari Afrika Selatan)
  • Ras Australoid (orang Dravida, orang Asia Tenggara "Asli", orang Papua, dan orang Australia)
  • Ras Negroid (Kulit Hitam)
  • Ras Kaukasoid (Kulit Putih)
  • Ras Mongoloid (Kulit Putih)
Pembagian baru ini tidak hanya melihat ke warna kulit saja tetapi juga melihat aspek-aspek lainnya. Ternyata anggota "tertua" ras manusia berada di antara kaum Khoisan, mereka juga berbeda dengan kaum kulit hitam dari Afrika lainnya. Sementara itu sebenarnya hanya ada dua perbedaan utama, yaitu orang Afrika dan orang non-Afrika. Kemudian orang-orang berkulit hitam di daerah Asia Tenggara yang pada jaman dahulu kala mendiami seluruh India Selatan, Asia Tenggara sampai ke Australia, ternyata setelah DNA-nya diteliti lebih mirip dengan orang dari ras Mongoloid daripada Negroid, meski banyak yang berambut keriting dan berkulit hitam. Kesimpulan yang bisa ditarik ialah hanya bahwa pengetahuan kita mengenai ras manusia masih diliputi banyak ketidakjelasan.
Tahu di nan empat ras induk
1.Mongoloid
2.Kaukasoid
3.Negroid
4.Ras khusus (Bushman, Australoid, dll)
Satu hal yang sama pada umat manusia adalah kesamaan selnya; yang berbeda dengan sel binatang.
Ras adalah pengelompokkan manusia berdasarkan ciri-ciri luar atau fisiknya saja seperti warna kulit, rambut, bentuk hidung, kepala, postur tubuh serta susunan gigi.

-Ras Mongoloid : kulit kuning, rambut lurus
-Ras Kaukasoid : kulit putih, rambut berombak
-Ras Negroid : kulit hitam, rambut keriting
-Ras khusus (bangsa Hotentot, Bushman) : tubuh pendek kecil.

Di antara ras-ras tersebut telah terjadi percampuran, sehingga tidak ada ras yang benar-benar murni seperti yang dikehendaki oleh Adolf Hitler.
Alquran Surat Al Hujuraat: 13 : "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal.
Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu.
Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal".



Lain padang lain belalang
Lain daerah, beda orangnya
Sunnah hukumnya jelang-menjelang
Semua makhluk Allah yang punya
Naik haji rukun Islam
Wajib dilaksanakan bagi yang mampu
Bentuk manusia bermacam-macam
Karena Allah mereka bertemu


Ras Mongoloid


Ras Mongoloid adalah ras manusia yang sebagian besar menetap di Asia Utara, Asia Timur, Asia Tenggara, Madagaskar di lepas pantai timur Afrika, beberapa bagian India Timur Laut, Eropa Utara, Amerika Utara, Amerika Selatan, dan Oseania.
Anggota ras Mongoloid biasa disebut "berkulit kuning", namun ini tidak selalu benar. Misalkan orang Indian di Amerika dianggap berkulit merah dan orang Asia Tenggara seringkali berkulit coklat muda sampai coklat gelap.
Ciri khas utama anggota ras ini ialah rambut berwarna hitam yang lurus, bercak mongol pada saat lahir dan lipatan pada mata yang seringkali disebut mata sipit. Selain itu anggota ras manusia ini seringkali juga lebih kecil dan pendek daripada ras Kaukasoid.

Etimologi

Nama ras Mongoloid diambil dari nama negara Mongolia dan diberikan oleh orang Eropa karena kontak mereka dengan anggota ras ini terutama berkaitan dengan orang Mongolia. Namun ironisnya dewasa ini setelah diteliti oleh para pakar orang-orang Mongolia ternyata orang-orang Mongolia adalah anggota ras ini yang memiliki ciri-ciri khas utama ras ini yang paling sedikit.

Perincian lebih lanjut

Biasanya oleh para pakar, ras Mongoloid dibagi lebih lanjut menjadi:
Ras Asia Tenggara dianggap anggota Ras Asia Utara yang telah menetap di daerah tropis dan beradaptasi terhadap iklim setempat. Menurut Luigi Luca Cavalli-Sforza, daerah perbatasan tempat permukiman antara ras Asia Tenggara dan ras Asia Utara ialah sungai Yangtze di sebelah selatan Tiongkok. Namun berkat invasi dan juga migrasi dari China Utara, maka anggota ras Asia Utara juga sudah banyak tersebar di Asia Tenggara.
Sedangkan anggota ras Asia Tenggara telah menyebar di Asia Tenggara, Oseania dan bahkan di pulau Madagaskar lepas pantai Afrika bersamaan dengan penyebaran bahasa Austro-Asia dan bahasa Austronesia. Di Asia Tenggara bahkan mereka telah sebagian besar menghapus keberadaan ras Australoid. Keberadaan mereka hanya tinggal di beberapa kantung saja, misalkan orang Asli di Semenanjung Melaka dan orang Negrito di Filipina.



Ras Khoisan

Ras Khoisan adalah ras manusia yang mendiami daerah barat daya Afrika, terutama di Namibia, Botswana dan Afrika Selatan. Meski jumlah anggota ras ini tinggal beberapa ratus ribu, ras ini adalah ras yang sangat menarik sebab dianggap ras tertua atau cabang pertama yang berpisah dari ras utama manusia lainnya.
Varietas DNA ibu (mitochondrial DNA) sangat beragam. Meski begitu mereka tidaklah "lebih primitif" daripada manusia lainnya.

Ras Kaukasoid

Sebuah tengkorak tipikal ras Kaukasoid
Ras Kaukasoid adalah ras manusia yang sebagian besar menetap di Eropa, Afrika Utara, Timur Tengah, Pakistan dan India Utara. Keturunan mereka juga menetap di Australia, Amerika Utara, sebagian dari Amerika Selatan, Afrika Selatan dan Selandia Baru.
Anggota ras Kaukasoid biasa disebut "berkulit putih", namun ini tidak selalu benar. Oleh beberapa pakar misalkan orang Ethiopia dan orang Somalia dianggap termasuk ras Kaukasoid, meski mereka berambut keriting dan berkulit hitam, mirip dengan anggota ras Negroid. Namun mereka tengkoraknya lebih mirip tengkorak anggota ras Kaukasoid.

Ras Australoid

Ras Australoid adalah nama ras manusia yang mendiami bagian selatan India, Sri Lanka, beberapa kelompok di Asia Tengga
Ibn Katsir rahimahullah, dalam kitab tafsir beliau, berkomentar tentang ayat ini, “Allah ta’ala berfirman sebagai pemberitahuan kepada manusia bahwa Dia menciptakan manusia dari satu orang, kemudian Dia ciptakan pasangannya, yaitu Adam dan Hawa.”
Dr. Wahbah az-Zuhaili hafizhahullah, salah seorang faqih abad ini, dalam kitab tafsir beliau, memaparkan bahwa ayat ini merupakan ayat yang menjelaskan persamaan kedudukan seluruh manusia, tak ada keunggulan nasab (suku, bangsa, ras) salah seorang di antara mereka dibandingkan yang lain, karena seluruh manusia berasal dari bapak dan ibu yang sama. Beliau juga menjelaskan bahwa diciptakannya manusia berbangsa-bangsa dan bersuku-suku adalah untuk saling mengenal, bukan untuk saling membanggakan nasab.
Ibn Katsir, Dr. Wahbah az-Zuhaili dan mufassir lainnya sepakat bahwa ukuran keutamaan seseorang dibandingkan yang lain adalah dari sisi ketaqwaannya kepada Allah ta’ala, bukan karena suku, bangsa, dan nenek moyangnya. Sepakatnya mereka –rahimahumullah– sangat wajar, karena redaksi ayat ini sangat jelas.
ra, Papua, kepulauan Melanesia dan Australia.
Untuk kelompok di Asia Tenggara, orang Asli di Malaysia dan orang Negrito di Filipina termasuk ras ini.
Ciri khas utama ras ini ialah bahwa mereka berambut keriting hitam dan berkulit hitam. Namun beberapa anggota ras ini di Australia berambut pirang dan rambutnya tidaklah keriting melainkan lurus. Selain itu beberapa orang Asli di Malaysia kulitnya juga tidak selalu hitam dan bahkan menjurus putih.
Australoid 
Manusia secara keseluruhan merupakan keturunan dari bapak dan ibu yang sama, Adam dan Hawa. Allah kemudian menjadikan bani Adam bersuku-suku dan berbangsa-bangsa, untuk saling mengenal, bukan untuk saling membanggakan suku, bangsa ataupun ras masing-masing. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam surah al-Hujuraat ayat 13
Ibn Katsir rahimahullah, dalam kitab tafsir beliau, berkomentar tentang ayat ini, “Allah ta’ala berfirman sebagai pemberitahuan kepada manusia bahwa Dia menciptakan manusia dari satu orang, kemudian Dia ciptakan pasangannya, yaitu Adam dan Hawa.”
Dr. Wahbah az-Zuhaili hafizhahullah, salah seorang faqih abad ini, dalam kitab tafsir beliau, memaparkan bahwa ayat ini merupakan ayat yang menjelaskan persamaan kedudukan seluruh manusia, tak ada keunggulan nasab (suku, bangsa, ras) salah seorang di antara mereka dibandingkan yang lain, karena seluruh manusia berasal dari bapak dan ibu yang sama. Beliau juga menjelaskan bahwa diciptakannya manusia berbangsa-bangsa dan bersuku-suku adalah untuk saling mengenal, bukan untuk saling membanggakan nasab.Ibn Katsir, Dr. Wahbah az-Zuhaili dan mufassir lainnya sepakat bahwa ukuran keutamaan seseorang dibandingkan yang lain adalah dari sisi ketaqwaannya kepada Allah ta’ala, bukan karena suku, bangsa, dan nenek moyangnya. Sepakatnya mereka –rahimahumullah– sangat wajar, karena redaksi ayat ini sangat jelas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar