Tampilkan postingan dengan label DINAMIKA ISLAM. ISLAM DI PELBAGAI NEGARA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DINAMIKA ISLAM. ISLAM DI PELBAGAI NEGARA. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 Februari 2012

Muslim Spanyol Akan Meningkat 82 Persen Pada Tahun 2030

Populasi umat Muslim di Spanyol akan tumbuh sebesar 82 persen pada tahun 2030 menyusul banyaknya jumlah orang yang masuk Islam dan hal itu menunjukkan adanya peningkatan mualaf selama tujuh tahun terakhir, survei terbaru menunjukkan.
Menurut survei yang dilakukan oleh Pew Forum on Religion and Public Life, umat Muslim saat ini mencapai lebih dari 1 juta jiwa dari keseluruhan penduduk Spanyol, yang diperkirakan akan meningkat menjadi sekitar 1,9 juta dalam dua dekade berikutnya, seorang koresponden Press TV melaporkan pada hari Minggu kemarin (30/1).
Para peneliti di forum menyatakan bahwa imigrasi sebagai penyebab utama dari tren peningkatan ini, tapi tingkat warga yang masuk Islam di antara warga negara Spanyol dan migran juga berkontribusi pada lonjakan jumlah populasi Muslim di negara Eropa.
"Ini adalah yang kabar baik, mungkin dari sekarang suara kami akan didengar dan pendapat kami akan menjadi pertimbangan di arena politik dan sosial. Akan lebih banyak Muslim menjadi politisi dan menciptakan jaringan untuk saling membantu berpartisipasi dalam masyarakat Spanyol," kata Abdelaziz Ayadi, pakar studi Islam, mengatakan kepada Press TV.
Penelitian berjudul "The Future of the Global Muslim Population" menunjukkan bahwa adanya persentase besar warga di Spanyol yang telah memeluk Islam selama tujuh tahun terakhir dan mereka mencapai sekitar 20.000 penduduk negara itu.
Menurut proyeksi penduduk baru oleh Pew forum, populasi di dunia Muslim juga diperkirakan akan meningkat dua kali lipat dibandingkan dengan populasi non-Muslim selama dua dekade berikutnya.
Laporan tersebut memprediksi tingkat pertumbuhan tahunan sebesar 1,5 persen bagi umat Islam, dibandingkan dengan 0,7 persen untuk non-Muslim selama 20 tahun ke depan.
Jumlah umat Islam akan meningkat dari 1,6 miliar, atau 23,4 persen, dari populasi dunia saat ini menjadi 2,2 miliar, atau 26,4 persen, pada 2030, menurut penelitian ini. (fq/prtv). ERAMUSLIM.COM

Riset: Jumlah Muslim RI Akan Digeser Pakistan

VIVAnews - Pakistan pada 2030 akan mengungguli Indonesia sebagai negara berpenduduk Muslim terbanyak di dunia. Ini terkait dengan perkiraan turunnya tingkat kelahiran di Indonesia dalam beberapa tahun ke depan, sedangkan Pakistan mengalami pertambahan jumlah penduduk yang besar. 

Itu adalah hasil penelitian lembaga riset asal Amerika Serikat (AS), Pew Forum on Religion & Public Life, yang dirilis Kamis, 27 Januari 2011. Menurut survei itu, Indonesia dalam 20 tahun berikut masih memiliki banyak penduduk beragama Islam dari negara-negara lain.

Namun, pada 2030, status Indonesia sebagai negara berpenduduk Muslim terbanyak di dunia bisa tergeser oleh Pakistan.

"Jumlah umat Islam di Pakistan diproyeksikan bertambah 78 juta, dari 178,1 juta jiwa pada 2010 menjadi 256,1 juta jiwa pada 2030. Jumlah populasi Muslim Indonesia diperkirakan akan bertambah 34 juta, dari 204,8 juta jiwa [pada 2010] menjadi 238,8 juta jiwa [pada 2030]," demikian analisis Pew dalam laman resmi lembaga itu. 

Seperti Pakistan, India dan Banglades juga berpotensi memiliki pertambahan umat Muslim yang besarnya melampaui Indonesia dalam kurun 2010 hingga 2030.

Menurut analisis statistik dari Pew, perubahan ini terkait dengan menurunnya tingkat kelahiran di kalangan perempuan Muslim di Indonesia. Selama 2010-2015, contohnya, setiap ibu di Tanah Air rata-rata melahirkan dua anak. Ini berbeda di Pakistan, di mana setiap ibu melahirkan 3,6 anak dalam periode yang sama di Indonesia. 

Pew menilai bahwa potensi turunnya tingkat kelahiran di Indonesia ini akibat makin banyak perempuan Muslim yang memperoleh jenjang pendidikan tingkat lanjut, disertai naiknya standar hidup dan perpindahan domisili dari desa ke kota.

Gencarnya kampanye penggunaan alat kontrasepsi di kalangan perempuan juga dinilai tim riset Pew membawa pengaruh bagi laju pertambahan jumlah umat Muslim di Indonesia dalam 20 tahun ke depan. (umi)
• VIVAnews

Penduduk Muslim Bakal Jadi Mayoritas di Dunia

Jumlah penduduk muslim dunia akan bertambah dua kali lebih cepat dibandingkan penduduk non muslim dalam 20 tahun ke depan, demikian hasil sebuah penelitian yang juga memprediksi bahwa dalam satu generasi mendatang penduduk muslim dunia akan mencapai lebih dari seperempat total populasi dunia.
Dengan menggunakan tingkat kelahiran, kematian dan migrasi penduduk, para peneliti pada Pew Forum on Religion and Public Life memproyeksikan bahwa tingkat pertumbuhan penduduk muslim dunia adalah 1,5 persen per tahun, sementara penduduk non muslim hanya tumbuh 0,7 persen per tahun.
Penelitian bertitel “The Future of the Global Muslim Population” ini memproyeksikan bahwa jumlah penduduk muslim pada 2030 akan mengambil 26,4 persen dari total populasi dunia yang diperkirakan akan mencapai 8,3 miliar jiwa.
Itu menandakan penduduk muslim saat ini yang mengambil porsi 23,4 persen dari total penduduk dunia yang sekarang mencapai 6,9 miliar, mengalami peningkatan 3 persen.
Lebih dari enam dari setiap 10 pemeluk agama Islam tinggal di kawasan Asia Pasifik pada 2030, dan Pakistan yang menguasai nuklir dan beberapa bulan belakangan menjadi tempat bersemainya Islam radikal.  Posisi Pakistan akan menggeser Indonesia sebagai penduduk muslim terbanyak di dunia.
Di Afrika, populasi penduduk muslim di Nigeria yang adaalah negara sub-sahara, akan melampaui jumlah penduduk muslim Mesir pada 20 tahun mendatang, ungkap penelitian tersebut.
Di Eropa, Pew memprediksi bahwa jumlah penduduk muslim akan meningkat hampir sepertiga dari jumlah sekarang pada 20 tahun ke depan, dari 44,1 juta orang atau enam persen dari total penduduk Eropa pada 2010, menjadi 58,2 juta orang atau delapan persen dari total penduduk Eropa pada 2030.
Pada 2030 itu, sejumlah negara Uni Eropa akan mengalami naiknya jumlah penduduk muslim mereka hingga dua digit prosentase dari total penduduk benua itu.
Jumlah penduduk muslim Belgia diproyeksikan meningkat dari enam persen menjadi 10,2 persen dari total penduduknya dalam 20 tahun mendatang, sementara penduduk muslim Prancis diperkirakan mencapai rekor 10,3 persen dari total penduduk pada 2030, atau naik dari porsi sekarang yang 7,5 persen dari total penduduk.
Di Swedia, Pew memprediksi bahwa kaum muslim akan mengambil hampir 10 persen dari total penduduk, padahal sekarang hanya 5 persen.
Penduduk muslim Inggris diprediksi naik dari 4,6 persen menjadi 8,2 persen pada 2030, sedangkan tahun itu juga penduduk muslim Austria akan mencapai 9,3 persen dari total penduduk, padahal proporsi saat ini adalah enam persen.
Rusia, yang bukan anggota Uni Eropa, akan terus menjadi negara berpenduduk muslim terbanyak di Eropa yang pada 2030 akan memiliki penduduk muslim 18,6 juta orang atau 14,4 persen dari total penduduk negara terluas dunia itu.
Sementara Amerika Serikat diproyeksikan akan memliki jumlah penduduk muslim yang lebih banyak dibandingkan negara-negara Eropa di luar Rusia dan Prancis. Namun proporsi penduduk muslim AS akan lebih kecil dibandingkan negara-negara Eropa.
Jumlah penduduk muslim AS diperkirakan akan tumbuh dari tingkat sekarang yang kurang dari 1 persen menjadi 1,7 persen pada 2030.  Proporsi ini membuat jumlah penduduk muslim akan sebanyak penduduk Yahudi atau penganut gereja Episkopal.
Pada 2030, demikian penelitian tersebut, jumlah penduduk muslim AS akan melonjak dari 2,6 juta jiwa pada 2010, menjadi 6,2 juta pada 2030. (antara)

Tahun 2050 Rusia Menjadi Negeri Muslim

Bayangkan Rusia pada tahun 2050! Menurut Paul Goble, seorang spesialis yang secara khusus melakukan kajian terhadap minoritas etnis di Federasi Rusia, nampaknya ia memperkirakan dalam beberapa dekade mendatang, Rusia akan menjadi sebuah negara mayoritas Muslim. Sekarang jumlah Muslim di seluruh Rusia mencapai 16 juta jiwa.
Disisi lain, ada berita buruk dengan penurunan yang cepat jumlah populasi negeri Beruang Merah ini. Melihat kecenderungan populasi penduduk Rusia yang terus cenderung menurun itu telah menjadi "pusing" bagi para politisi Rusia dan para pembuat kebijakan.
Presiden Vladimir Putin telah menyerukan kepada perempuan Rusia untuk memiliki anak lagi. Karena ahli demografi memprediksi bahwa populasi Rusia akan turun secara drastis dari 143 juta jiwa menjadi 100 juta jiwa pada tahun 2050.
Perkembangan dan situasi ini mengejutkan bagi para pemimpin Rusia dan Barat, karena bersamaan menurunnya populasi penduduk Rusia, para analis memperkirakan jumlah umat Islam akan menjadi kelompok mayoritas di Russia. Hanya kurang dari lima dekade Rusia akan menjadi negeri Muslim, yang mayoritas peduduknya beragama Islam.
Laju pertumbuhan populasi Muslim sejak tahun 1989, dieprkirakan mencapai antara 40 dan 50 persen, dan ini kecenderungan semua kelompok etnis. Saat ini Rusia memiliki sekitar 8.000 masjid sementara 15 tahun yang lalu, hanya terdapat 300 masjid di seluruh Rusia.
Menurut data statistik, pada akhir 2015, jumlah masjid di Rusia akan meningkat drastis menjadi 25.000 masjid di seluruh Rusia. Statistik ini menakutkan banyak etnis Rusia lainnya, yang sangat phobi dengan Islam, yang selalu mengaitkan Islam dengan perang dan terorisme. Seperti, sering terjadinya konflik bersenjata antara aparat keamanan Rusia dengan kelompok Chechnya, dan wilayah Kaukasus yang mayoritas Muslim. Namun, kekawatiran itu meluai menyurut, bersamaan dengan perubahan-perubahan yang ada, khususnya dikalangan penduduk Muslim dan para pemimpinnya yang semakin akomdatif.
Menghadapi penurunan populasi atau jumlah penduduk etnis Rusia itu, yang terus menurun, Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin telah menawarkan insentif kepada wanita yang akan memiliki anak lagi.
Dia mengatakan bahwa pemerintah akan menawarkan 1.500 rubel untuk anak pertama, dan 3.000 rubel untuk anak kedua. Dia lebih lanjut mengatakan bahwa pemerintah akan menawarkan insentif keuangan bagi pasangan yang akan mengadopsi anak yatim Rusia. Tapi, tanggapan terhadap seruan Vladimir Putin hampir nol. Alasan utama di balik penurunan cepat dalam populasi non-Muslim di Rusia, terutama sebagian besar perempuan muda di negara ini tidak tertarik dan mendukung memiliki anak lagi.
Jika seseorang terbatas hanya memilik anak satu-satunya, dan kemudian generasi berikutnya sama sekali tidak ingin memiliki anak, maka pertumbuhan penduduk Rusia menjadi nol. Di sisi lain, hampir semua pasangan muslim sedikitnya memiliki tiga anak. Jumlah keluarga muslim umumnya mereka mempunyai anak antara 3-5 orang anak.
Berbicara dengan Blitz, seorang pemimpin Moscow, daerah yang paling padat penduduknya, mengatakan jika pertumbuhan penduduk Muslim terus meningkat, dan dengan penurunan yang serius pada populasi komunitas agama lain, Rusia pada akhirnya akan menjadi sebuah negara Muslim pada dua dekade mendatang.
Dia menyarankan propaganda besar-besaran demi memiliki anak lagi di Rusia dengan menggunakan media massa serta peningkatan jumlah insentif. Ia juga menunjuk fakta bahwa, dalam banyak kasus, insentif tersebut jatuh lagi ke ibu muslim, yang umumnya memiliki lebih dari satu anak.
Ini bukan masalah tentang insentif, yang lebih penting realisasinya bagi penduduk seluruh Rusia yang non-Muslim. Mereka harus memahami bahwa dengan jumlah anak Muslim yang banyak, mereka secara bertahap ikut mendorong nasib negara Rusia menuju federasi Islam.
Mengomentari masalah ini, mantan seorang diplomat mengatakan, setelah jatuhnya Uni Soviet, sayangnya, seluruh bangsa Rusia telah kehilangan semangat nasionalisme mereka, karena kemiskinan dan kondisi yang sangat malang yang mereka hadapi, baik di bidang ekonomi, politik, dan sosial.
Sekarang mereka takut memiliki lebih dari satu anak dalam keluarga, karena akibat biaya hidup yang sangat mahal. Sementara dalam banyak kasus, keluarga perempuan Rusia dipaksa untuk bekerja di berbagai sektor bidang untuk mendapatkan uang ekstra bagi k keluarga mereka.
Ia mengatakan, tidak hanya jumlah populasi Muslim di Rusia,yang mengalami pertumbuhan cepat, karena memang perempuan Muslim memiliki lebih satu anak, tapi dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah besar LSM Islam aktif bekerja di dalam negeri Rusia, yang memainkan peran penting, terutama bagi penduduk Rusia yang putus asa, dan sebagian besar mereka memilih jalan hidup yang baru, dan mereka bertobat kemudian masuk Islam. Mereka umumnya meninggalkan agama sebelumnya yang mereka anut. Dia lebih lanjut mengatakan, terutama kelompok atheis secara bertahap semakin cenderung ke arah Islam, karena propaganda luas dan kegiatan LSM Islam.
Mereka yang berpendidikan sarjana terlibat aktif dalam memberikan khotbah di masjid-masjid dan tempat-tempat umum lainnya secara teratur, yang mempunyai dampak luar biasa pada pikiran orang-orang Rusia, terutama generasi mudanya. Para ulama Islam dengan jas dan wajah dicukur bersih, mereka berbicara dengan bahasa yang berbeda serta lancar, yang merupakan titik yang sangat kuat bagi mereka untuk menarik perhatian orang Rusia yang berpendidikan, yang berada dalam kesulitan ekonomi dan sosial yang serius.
Dia mengatakan, kegiatan LSM Islam mempunyai pengaruh yang luas, dibandingkan hampir tidak ada atau sangat sedikit kegiatan misionaris dari agama agama lain di Rusia. Meskipun ulama Islam dan mereka memiliki misi yang sering disebut "tersembunyi" , tetapi dari wajah mereka, saat menyampaikan khotbah, sangat sulit untuk mengidentifikasi apa pun yang negatif terhadap kegiatan mereka.
Mereka awalnya menyebarkan pesan perdamaian, tetapi mereka juga menyampaikan nilai-nilai agama dan jihad. LSM-LSM Islam secara bertahap menggunakan media Rusia, melalui investasi negara-negara Barat, yang sebenarnya menggunakan dana dari negara-negara Arab. Mereka juga ikut terlibat dalam aktivitas politik, seperti pemilihan, dan memberikan suara dan kekuatan untuk para calon pemimpin Muslim, tentu dengan tujuan nantinya akan memiliki akses kekuasaan di Kremlin.
Membandingkan Muslim Rusia dengan Muslim di negara-negara lain, katanya, mereka memiliki komitmen yang lebih kuat, dan keyakinan mereka yang mendalam berakar dalam pikiran mereka yang bernar-benar dari ajaran Islam. Mereka secara terbuka menyatakan bahwa, alasan utama di balik menerima Islam adalah menyelamatkan hari depan mereka. Mereka menghadapi situasi yang sulit berkaitan dengan konflik yang masih terjadi di wilayah Chechnya dan Kaukasus. Tetapi, mereka tetap optimis terhadap kehidupan mereka.
Seorang wartawan senior kantor berita Rusia Interfax, Blitz mengatakan, berdasarkan dari sumber Afro-Arab, sejumlah negara Arab melakukan investasi jutaan dolar kepada sejumlah LSM Islam di Rusia. Dalam waktu dekat, cukup banyak kursi penting di parlemen Rusia juga akan jatuh ke tangan para pemimpin Muslim.
Dia mengatakan, di klub pers Rusia, sejumlah wartawan Muslim terus meningkat. Dia mengatakan, jutaan dolar yang dihabiskan untuk membangun masjid dan lembaga-lembaga Islam di berbagai belahan Moskow dan bagian lain di Rusia.
LSM Islam bahkan membangun panti asuhan, tempat anak-anak dari berbagai agama yang diadopsi, dan mereka mendapatkan pendidikan Islam, dan menjadi Muslim yang taat. Masa depan Islam di Rusia sangat menggembirakan. (mh) sumber: eramuslim.com

Senin, 15 Agustus 2011

Hal-hal Tentang Islam Yang Sering Ditanyakan Oleh Rakyat Amerika

Hal-hal Tentang Islam Yang Sering Ditanyakan Oleh Rakyat Amerika
Konspirasi.com,- Masyarakat Amerika yang pluralistik tampaknya sedang berubah dari yang “bergerombol” menjadi lebih spesifik lagi, terutama terhadap ajaran ideologi. Namun, walaupun Islam adalah agama besar dengan lebih dari 1 milyar pengikut di seluruh dunia dan lebih dari 6 juta di Amerika Serikat, sebagian orang Amerika masih berpikir bahwa Islam adalah kultus.
ebagian meyakini bahwa semua muslim adalah teroris atau memiliki 4 orang istri. Para aktivis Islam di negeri itu pun sepakat, bahwa hal ini terjadi karena kesalahpahaman orang Amerika tentang Islam, dan itu dipicu karena kurangnya informasi yang benar tentang ajaran Islam.
Inilah daftar pertanyaan yang sering kali ditanyakan oleh orang Amerika selama ini:
1. Apa itu Islam?
2. Siapakah Allah?
3. Siapakah Muslim itu?
4. Siapa Muhammad?
5. Apakah Muslim menyembah Muhammad?
6. Apa Muslim berpikir tentang Yesus?
7. Apakah umat Islam memiliki banyak sekte?
8. Rukun-rukun Islam?
9. Apa tujuan ibadah dalam Islam?
10. Apakah Muslim percaya pada akhirat?
11. Apakah tindakan baik non-Muslim akan sia-sia?
12. Apa batasan pakaian bagi umat Islam?
13. Makanan apa saja yang dilarang dalam Islam?
14. Apa itu Jihad?
15. Apa tahun Islam itu?
16. Apa saja festival besar Islam?
17. Apa itu Syariah?
18. Apakah Islam disebarkan oleh pedang (melalui perang)?
19. Apakah Islam mengajarkan kekerasan dan terorisme?
20. Apa itu Fundamentalisme Islam?
21. Apakah Islam mempromosikan poligami?
22. Apakah Islam menindas perempuan?
23. Apakah Islam toleran terhadap agama minoritas lainnya?
24. Apa pandangan Islam tentang: kencan seks pranikah dan aborsi; homoseksualitas dan AIDS; eutanasia dan bunuh diri; transplantasi organ?
25. Bagaimana seharusnya Muslim memperlakukan Yahudi dan Kristen?
Mungkin inilah peran besar kita semua untuk memberikan gambaran yang benar tentang Islam. Begitu banyak media Barat yang telah melakukan pemberitaan tentang Islam yang jauh dari kenyataan sebenarnya, sehingga orang-orang non-Islam menganggap Islam sesuatu yang harus dicurigai. (eramuslim)