Senin, 19 September 2011

PONDOK PESANTREN MADRASATUL QUR’AN TEBUIRENG JOMBANG JAWA TIMUR

LATAR BELAKANG BERDIRINYA MADRASATUL QUR’AN
Pendiri  pondok pesantren Madrasatul Qur an  Tebuireng Jombang  Hadratusy  Syaikh  Hasyim Asy’ari gandrung sekali mempunyai lembaga pendidikan Al-Qur’an. Beliau sangat mencintai santri yang hafal Al-Qur’an . Bahkan sekitar tahun 1923  sudah ada santri yang bergiliran menjadi imam sholat tarawih pada bulan Ramadhan dengan bacaan Al-Qur’an bil-hifdzi sampai khatam.
Tahun 1936 putra beliau KH.A. Wachid Hasyim mendirikan Madrasah Nidhomiyyah (Spesial mempelajari bahasa, lebih-lebih bahasa Al-Qur’an ditambah pelajaran agama dan pengetahuan  umum seperlunya).
Tanggal 27 Syawwal 1319 H atau 15 Desember 1971  berdiri Madrasatul Qur an  sebagai hasil musyawarah sembilan kyai dan pengasuh pesantren Tebuireng sebagai perwujudan cita-cita luhur terpadu dari kedua Pahlawan Nasional itu.

Dasar dan Tujuan Pendidikan
Dasar dan tujuan pendidikan yang ada di Madrasatul Qur an antara lain;
1. Sesuai dengan fungsi Al-Qur’an terhadap orang-orang yang bertaqwa, Madrasatul Qur an sebagai suatu institusi pendidikan dan pengajaran ingin membentuk dan menjadikan manusia yang muttaqin melalui Al-Qur’an.
2. Berkaitan dengan pemikiran diatas, maka apa yang dilakukan Madrasatul Qur an  ini adalah semata-mata untuk memenuhi kewajiban sebagai hamba terhadap sesamanya.
3. Di Indonesia belum banyak badan dan lembaga pendidikan Al-Qur’an  yang lafdhon wa ma’nan dan bentuk kajiannya yang sistematik dan klasikal. Untuk itu, Madrasatul Qur an berupaya untuk mengatisipasi  hal yang demikian, terutama ditekankan pada isi program pendidikan dan pengajarannya, yaitu Al-Qur’an dan khususnya dari segi qiro atnya (bacaanya).
Adapun  dasar pokok dari pendidikan secara  khusus di Madrasatul Qur an adalah :
1.  Al-Qur’an
Sebagaimana tertulis dalam surat Al-Qur’an Al-’ankabut ayat 49. Artinya:
“Sebenarnya , Al-Qur’an itu adalah ayat-ayat yang nyata didalam dada orang-orang yang berilmu ……….:”
Dimana Al-Qur’an merupakan informasi  yang lengkap  dan jelas, untuk menerimanya (media menerimanya) adalah dimasukkan kedalam dada, sedangkan si penerima adalah mereka yang berkredibilitas  orang-orang yang berilmu.
2.  Al-Hadits
Artinya  “Sebaik-baik kamu  semua adalah  orang yang belajar  Al-Qur’an  dan yang mau mengamalkannya kepada orang lain” (HR. Bukhori).
3.  Ijma’
Yang dimaksud defisini adalah Ijma’ dalam bidang metodologi  pengajaran Al-Qur’an, khususnya  dalam hal penerimaan  dan pemakaian qiroahnya, yaitu qiro’ah shohihah  mutawatiroh dengan kriteria ;
a. Sanad Mutawasshil (guru bersambung) sampai pada Rasulullah.
b. Bentuk Qiroah  (bacaan)nya  sesuai dengan kaidah bahasa arab.
c. Terdokumentasi didalam Mushaf Utsmani.
d. Sedangkan tujuan pendidikanya adalah  “Membentuk  pribadi Muslim pemandu Al-Qur’an hafal lafadhnya, mengerti isi kandungannya dan mengamalkan  ajarannya “Muslim Hamilil Qur an Lafdhan wa Ma’anan wa Amalan”.
SISTEM PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN
Sistem pendidikan dan pengajaran yang diselenggarakan oleh Madrasatul Qur an adalah berbentuk Pendidikan Pondok Madrasah (sekolah formal) dari program pendidikan dan pengajarannya adalah pendidikan Agama 75 % dan 30 % ilmu umum serta pendidikan Al-Qur’an dengan spesialisasi program Tahfidhul Qur an. Adapun secara garis besar, program pendidikan dan pengajaran Madrasatul Qur an adalah sebagai berikut:
1. Program Tahfidh (Menghafal Al-Qur’an)
Program menghafal Al-Qur’an ini dibagi menjadi tiga tahap/fase. Fase terakhir sebagai puncaknya adalah Qiro ah Sab’iyah (tujuh bacaan), fase kedua adalah menghafal Al-Qur’an dengan Qiro ah Masyhuroh dan fase dasar adalah tahap bagi mereka yang belum memenuhi syarat bacaannya untuk menghafal.
a. Qiro ah  Sab’iyah
Bagi mereka yang telah menyelesaikan hafalan 30 juz Qiro ah Masyhuroh dengan baik serta telah memenuhi syarat-syarat tertentu, mereka dapat mengambil dan mempelajari Qiro ah Sab’iyah (bil ghaib), mempelajari Ulumul Qiro ah yang variatif dari riwayat Imam Tujuh (Imam Nafi’, Ashim, Hamzah, Al-Kisai, Ibnu Amir, Abu Amr dan  Ibnu Katsir). Disamping pendalaman dalam hal Ulumul Qiro ah, pada program ini juga ditekankan untuk mendalami kajian makna terhadap perbedaan/khilafnya bacaan, mereka yang dinyatakan selesai pada program berhak diwisuda dengan predikat Wisudawan Qiro ah Sab’iyah (S.Q.2).
b. Qiro ah Masyhuroh
1. Syarat;
Untuk mengambil program tahfidh (merangkap sekolah) mereka harus baik bacaan Al-Qur’annya sesuai dengan Qiro’ah Muwahhadah standart Madrasatul Qur an.
2. Mushaf dan Kurikulum;
Mushaf yang dipakai adalah Mushaf Utsmani riwayat Imam Hafs dari Imam ‘Ashim, dengan menggunakan Al-Qur’an Pojok yang setiap halamannya terdiri dari 15 baris, dan setiap juz terdiri dari 20 halaman/10 lembar. Dari kurikulum yang telah digariskan, mereka harus sudah menyelesaikan (hafal) 30 juz selama 3 tahun.
3. Sistem Pembinaan;
- Setoran hafalan; yaitu santri memperdengarkan hafalannya kepada Badal (guru/instruktur) masing-masing setiap hari.
- Setoran fashahah; yaitu santri memperdengarkan bacaan atau hafalan pada Badal pembina masing-masing sesuai dengan kelompok dan jadwal yang telah ditentukan.
- Mudarosah kelompok; para santri secara berkelompok (tiga-tiga) bergantian memperdengarkan hafalannya setiap hari dengan berkelanjutan sampai batas akhir hafalannya.
(Mereka yang telah selesai pada program ini berhak diwisuda dengan predikat Wisudawan Qiro ah Masyhuroh (S.Q.1)
c. Tingkat Binnadhar
1. Kelompok/Tingkatan:
Bagi mereka yang belum diterima untuk mengambil program tahfidh, diwajibkan untuk mengikuti program binnadhar sesuai dengan tingkat kemampuan bacaan masing-masing.
Dalam pembinaannya terbagi menjadi empat tingkatan:
a) Tingkat Mubtadi’ (dasar); mereka adalah yang belum mampu membaca Al-Qur’an dan atau belum mempunyai dasar-dasar fashahah.
b) Tingkat Mutawashith; mereka yang sudah lancar membaca, dan menguasi dasar-dasar fashahah, namun belum bisa membedakan cara dan ciri masing-masing huruf dan melafadhkan.
c) Tingkat Muntadhir; mereka sudah lancar membaca dan fashih namun kurang menguasai dalam waqof, ibtida’ serta musykilatil-ayat.
d) Tingkat Maqbul; pada tingkat ini santri tinggal menempuh Qiro ah Muwahhadah (standart Madrasatul Qur an).
2. Sistem pembinaan
a) Setoran Binnadhar pada masing-masing Badal (ustadz) yang telah ditentukan lima kali dalam seminggu sesuai dengan materi yang telah ditentukan.
b) Pembinaan fashahah secara klasikal; mereka dikelompokkan sesuai dengan kelompoknya secara klasikal, diberi pembinaan bidang fashahah (adil tidaknya dalam melafadhkan sebuah huruf) enam kali dalam seminggu dengan materi sesuai dengan tingkatannya.
c) Ujian kenaikan; dari masing-masing tingkatan pada setiap semester diadakan ujian kenaikan, khusus bagi yang maqbul bisa mengikuti khataman (wisuda) binnadhar yang diadakan setiap tahun. Bagi santri yang telah wisuda ini kemudian memasuki jenjang Tahfidh (menghafal Al-Qur’an).
3. Lain-lain
-   Untuk dapat mengikuti wisuda binnadhar, disamping lulus dalam ujian seleksi, mereka juga diwajibkan/disyaratkan telah hafal juz 30, 29 dan 28 serta surat-surat tertentu (Surat Yasin, Ar Rahman dan Waqi’ah).
-   Bagi mereka yang tidak mengambil program tahfidh pasca wisuda binnadhar ini diwajibkan untuk sekolah dan mendalami kitab salafus-sholih.
-   Program binnadhar ini ditempuh dalam dua tahun.
2. Program Sekolah
Bagi mereka yang tidak mengambil program Tingkat pendidikan dan pengajaran yang disediakan di Madrasatul Qur an adalah:
a. Tingkat Tsanawiyah dan SMP al-Furqan (tiga tahun)
b. Tingkat Aliyah (tiga tahun)
Pada dasarnya tingkat Tsanawiyah/SMP dan Aliyah itu saling berkaitan kurikulumnya sehingga dapat dikatakan pendidikan dan pengajaran sekolah formal adalah enam tahun.
Bagi siswa/santri yang berprestasi (telah khatam Al-Qur’an 30 Juz dan selesai Aliyah) dapat melanjutkan pada tingkat Sarjana (S1 IKAHA Tebuireng), atau Perguruan Tinggi lainnya baik Negeri maupun Swasta.
UNIT-UNIT PENDIDIKAN DAN SARANA PENUNJANG
Di pondok pesantren Madrasatul Qur an Tebuireng ini terdapat unit-unit penddikan dan sarana penunjang antara lain:
1.  Unit Tahfidh
Unit ini sebagai penanggung jawab pelaksanaan program pendidikan dan pengajaran Al-Qur’an yang diselenggarakan di Madrasatul Qur an Tebuireng Jombang.
2.   Unit Sekolah
Unit ini sebagai penanggung jawab pelaksanaan program pendidikan dan pengajaran Al-Qur’an yang diselenggarakan di Madrasatul Qur an Tebuireng Jombang.
Unit ini bertanggung jawab dalam pelaksanaan program pendidikan dan pengajaran secara formal.
3.  Unit kepondokan/kesantrian
Dikenal sebagai unit Majlis Tarbiyah wat-Ta’lim (MTT) bertanggang jawab pada pengaturan keberadaan santri dengan segala aktifitasnya, terutama pada aspek ibadah formal, ekstra kurikuler dan aktifitas-aktifitas yang berkenaan dengan aspek kesantrian. Bertanggung jawab penuh dalam pengawasannya 24 jam setiap hari.
4.  Unit perpustakaan
Untuk meningkatkan kualitas keilmuan (wa ma’nan)nya santri Madrasatul Qur an, disediakan berbagai kitab yang kebanyakan berbahasa Arab terutama bidang Tafsir, Hadits dan Fiqh.
5.  Biro santunan
Sebagai kepedulian Madrasatul Qur an terhadap santri yang kurang mampu dalam keuangan/biaya, mereka bisa diterima pada unit biro santunan dengan syarat-syarat yang telah ditentukan.
6.  Kopontren Madrasatul Qur an
Bergerak di bidang usaha peningkatan perekonomian santri yang dikelola oleh pengurus Kopontren dibawah naungan Yayasan MQ dan Dinas Perindagkop Kab. Jombang
7.  Laboratorium Computer Multimedia dan jaringan internet
8.  Unit keuangan, dll.
KEBERADAAN MADRASATUL QUR’AN
Dalam rangka meningkatkan kualitas, sebagaimana tertera dalam tujuan, Madrasatul Qur an pada semua unitnya selalu memperhatikan kualitas maupun kuantitas kegiatannya. Hal ini dapat dikemukakan sebagai berikut:
1.   Bidang pendidikan dan pengajaran Al-Qur’an
a.  Selalu meningkatkan kemampuan para guru baik bidang keilmuan maupun fashahah dari segi bacaannya dengan program antara lain:
1)  Pembinaan setiap minggu sekali (setoran fashahah)
2)  Mereka dibimbing khusus untuk memperlancar bacaannya
3)  Diadakan kursus-kursus
b.  Pembinaan fashahah untuk para santri tahfidh (menghafal) secara berkelompok seminggu dua kali.
c.  Pembinaan fashahah klasikal untuk tingkat persiapan menghafal setiap hari.
d.  Setoran tahfidh (hafalan) pada guru setiap hari.
e.  Setoran binnadhar untuk para santri yang belum menghafal pada guru masing-masing secara individu setiap hari.
f.   Mudarosah berkelompok (masing-masing kelompok sebanyak tiga orang) bagi santri yang menghafal.
g.  Ujian Al-Qur’an pada tiap semester.
Aktifitas bidang Al-Qur’an ini dilaksanakan sore, malam dan pagi hari (ba’da subuh).
2.   Bidang pendidikan dan pengajaran sekolah
Untuk mempersiapkan muslim yang Hamilil Qur an (hafal lafadznya, mengerti maknanya, dan mampu mengamalkan kandungan ajarannya) maka Madrasatul Qur an memberikan fasilitas pada mereka, dengan aktifitas-aktifitas sebagai berikut, yaitu:
-    Pendidikan dan pengajaran Madrasatul Qur an enam tahun
-    Pendidikan sekolah yang statusnya diakui
-    Pengajian kitab bagi santri yang mengambil program tahfidh murni (tanpa sekolah)
-    Menempuh sarjana S1 IKAHA Tebuireng dan PT lainnnya
-    Memberikan kursus-kursus atau les materi ujian negara
-    Kamar Lughah yang mendalami program bahasa asing (Arab&Inggris)
-    Memberikan kursus-kursus atau les materi ujian negara
3.   Bidang kesantrian dan ektra kurikuler
Dalam rangka antisipasi dan pembekalan para santri dalam memenuhi kebutuhan masyarakat luas, maka Madrasatul Qur an dalam bidang ini memberikan program kegiatan yang antara lain sebagai berikut:
-    Jam’iyah mingguan (Pidato, Khutbah Jum’at, Sholawat dll.).
-    Jam’iyah dua mingguan.
-    Musabaqoh Hifdhil Qur an (MHQ)
-    Musabaqoh Syarhil Qur an (MSQ)
-    Musabaqoh Fahmil Qur an (MFQ)
-    Diskusi Berkala
-    Pembinaan Qiro atul Qur an bit-Taghonny
-    Lomba Akhir Sanah
-    Dan kegiatan bulanan yang menunjang program bidang pengabdian masyarakat.
Mengingat Madrasatul Qur an berasal dari masyarakat dan berada ditengah-tengah masyarakat serta berusaha membentuk masyarakat sesuai dengan kebutuhannya sesuai dengan batas-batas kemampuan yang dimiliki, antara lain dengan kegiatan sebagai berikut:
-    Khatmil Qur an di Kampung
-    Khutbah Jum’at
-    Memberikan santunan kepada Fakir Miskin
-    Pembinaan TPQ
-    Bakti sosial
4.  Pembinaan perkoperasian
Untuk memperluas dan menumbuhkan semangat berdikari para santri, maka sejak awal berdirinya Madrasatul Qur an mendirikan koperasi santri, yang diolah dan dikelola oleh santri-santri sendiri, dengan unit usaha:
-    Koperasi Jasa Boga
-    Pertokoan
-    Biro Sosial
Kurikulum Pendidikan
1.       Tahfidh (menghafal Al-Qur’an)
Smtr Target Juz Perincian Jumlah Hafalan Hari Efektif

28,29,30


I 8 Juz 1 – 5 160 hlm 140 Hr
II 7 Juz 6 – 12 140 hlm 140 Hr
III 6 Juz 13 – 18 130 hlm 140 Hr
IV 5 Juz 19 – 23 100 hlm 140 Hr
V 4 Juz 24 – 27 80   hlm 140 Hr
2. Binnadhar
a. Tingkat Mubtadi’
1.  Materi bacaan/fashahah klasikal adalah surat Al-Baqarah dan Juz 30
2.  Materi hafalan adalah surat Ad-Dluha – An-Nas
3.  Materi fashahah/tajwid
-    Makharijul huruf
-    Mad dan Qashr.
-    Hukum nun mati dan tanwin, hukum mim mati dan nun tasydid.
4.  Target capaian
-    Menguasai dasar-dasar fashahah.
-    Lancar membaca.
b.  Tingkat Mutawashith
1.  Materi bacaan/fashahah klasikal adalah :Ali Imron – An-Nas
2.  Materi hafalan :Juz Amma & surat-surat penting
3.  Materi setoran Juz 1 – 15
4.  Materi fashahah dan tajwid
-    Hukum bacaan Ra’ dan Lam
-    Tanda-tanda waqof
-    Ahkamul Mad dan Ukurannya.
c.  Tingkat Muntadhir
1.  Materi bacaan/fashahah klasikal adalah Ash-Shoffat – Adz-Dzariyat
2.  Materi hafalan adalah surat-surat penting dan Juz 30, 29
3.  Materi fashahah dan tajwid
-    Waqof ibtida’
-    Musykilatul Kalimat
-    Hamzah Qotho’ dan Washal
4.  Target capaian:
-    Mampu membaca Al-Qur’an sesuai dengan makhraj dan sifatnya
-    Lancar membaca
d.  Tingkat Maqbul
-    Materi Muntadhir dan hafalan juz 28
PRESTASI MADRASATUL QUR’AN
Madrasatul Qur an selalu aktif mengikuti kegiatan (Musabaqoh Tilawatil Qur an) sebagai kegiatan pemerintah baik Nasional maupun Internasional. Beberapa santri tercatat pernah mewakili Negara Rebpublik Indonesia untuk mengikuti Musabaqoh Hifdhil Qur an (MHQ) tingkat Internasional di Makkah


UNIT PENDIDIKAN DI LINGKUNGAN PESANTREN

UNIT TAHFIDH
Unit ini sebagai penanggung jawab pelaksanaan program pendidikan dan pengajaran Al-Qur’an yang diselenggarakan di Madrasatul Qur an Tebuireng Jombang.
a.   Binnadhar: Program bimbingan membaca al-Qur an secara klasikal dengan memakai kurikulum khas MQ dan menggunakan metode mushafahah.
b.   Tahfidhul Qur an: Program bimbingan menghafal al-Qur an, yang dibina oleh para pembimbing bagi santri yang telah selesai mengambil program Binnadhar dan bagi santri baru yang lulus test.
c.   Qira’ah Sab’ah: Program bimbingan pengetahuan al-Qur an yang diriwayatkan oleh tujuh imam. Program ini disediakan bagi santri yang telah selesai program Tahfidhul Qur an dengan bimbingan secara khusus.

UNIT SEKOLAH
Unit ini sebagai penanggung jawab pelaksanaan program pendidikan dan pengajaran Al-Qur’an yang diselenggarakan di Madrasatul Qur an Tebuireng Jombang.
Unit ini bertanggung jawab dalam pelaksanaan program pendidikan dan pengajaran secara formal.
a.   SMP al-Furqan: Pendidikan dengan memakai kurikulum DIKNAS dan dipadu muatan kepesantrenan. Dengan penekanan penguasaan sains dan teknologi (IPTEK dan IMTAQ).
b.   Tsanawiyah (MTs): Pendidikan dengan memakai kurikulum DEPAG dan dipadu kurikulum Madrasatul Qur an. Dengan penekanan penguasaan dan memahami dasar-dasar materi Kutub al-Salaf.
c.   Aliyah (MA): Pendidikan dengan memakai kurikulum DEPAG dan dipadu kurikulum Madrasatul Qur an. Dengan penekanan pengetahuan yang berhubungan dengan ‘Ulum al-Qur an dan hokum Islam.
UNIT MTT / KEPONDOKAN
Dikenal sebagai unit Majlis Tarbiyah wat-Ta’lim (MTT) bertanggang jawab pada pengaturan keberadaan santri dengan segala aktifitasnya, terutama pada aspek ibadah formal, ekstra kurikuler dan aktifitas-aktifitas yang berkenaan dengan aspek kesantrian. Bertanggung jawab penuh dalam pengawasannya 24 jam setiap hari yaitu meliputi:
1. Musabaqah Hifdhil Qur an (MHQ)
2. Musabaqah Tilawatil Qur an (MTQ)
3. Musabaqah Syarhil Qur an (MSQ)
4. Musabaqah Fahmil Qur an (MFQ)
5. Musabaqah Khattil Qur an (MKhQ)
6. Muhadlarah, (Pidato Bahasa Indonesia, Arab dan Inggris)
7. Praktek Khutbah Jum’at, Khatmil Qur an, Diklat keorganisasian, kewirausahaan, dll.
Adapun jadwal kegiatan rutin harian santri sebagai berikut:
WAKTU URAIAN
03.30 – 04.3004.30 – 05.00 05.00 – 06.00
06.30 – 06.40
06.40 – 07.00
07.00 – 12.20
12.20 – 13.00
13.00 – 15.00
15.00 – 15.45
15.45 – 16.45
16.45 – 17.15
17.15 – 18.15
18.15 – 19.30
19.30 – 20.00
20.00 – 21.15
21.15 – 22.30
22.30 – 03.30
Bangun pagi, shalat lailJama’ah shalat shubuh Pengajian al-Qur an (setoran)
Makan pagi dan mandi
Persiapan sekolah dan Shalat dhuha
Kegiatan KBM / sekolah
Jama’ah shalat dhuhur dan makan siang
Istirahat siang
Jama’ah shalat ‘ahsar
Pengajian al-Qur an klasikal
Mandi sore dan persiapan ke masjid
Jama’ah shalat maghrib
Pengajian al-Qur an (fashahah)
Jama’ah shalat isya’
Jam belajar klasikal
Kegiatan ekstra
Istirah

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar