Senin, 20 Agustus 2012

KH.Abdul Hannan Manggisan Tanggul Jember


KH. Abdul Hannan, mungkin tak banyak yang mengenal, namun rentetan sejarah telah membuktikan bagaimana kiprahnya dalam menyiarkan agama di tanah air, peras keringatnya mempertahankan tanah air dari jajahan Belanda, bukan hanya itu KH Hannan bahkan pernah berperan langsung di kostituante.

Dari garis keturunan KH. Hannan sekerabat dengan kyai-kyai ternama di tanah Jawa seperti: K A.Siddiq (Jember),K.Mahrus Ali (Lirboyo), K. As’ad Samsul Arifin(Situbondo) dan kyai-kyai besar lainnya. Pada tahun 1935 tonggak awal beliau mendirikan pendidikan dalam bentuk pondok pesantren yang bernama FATIHUL-ULUM, yang mana sebelumnya K.Hannan melang-lang buana dari pondok kepondok untuk mengambil sari Ilmunya, bahkan beliau pernah mondok di Makkah selama kurang lebih sembilan tahun. Di Makkah Kiai Hannan berguru kepada Syeikh yasin, Syeikh Ahmad Khotib Minangkabau, Syeikh Abbas dan ulama'-ulama' terkenal lainnya. Pondok-pondok yang pernah di arungi adalah Syeikhona kholil Bangkalan, Kyai Jalil Sidogiri Pasuruan (paman beliau), Kyai Maimun Zubair Salatiga dan masih banyak lagi.

K.Hannan memfungsikan Fatihul-ulum tidak hanya sebagai pusat pendidikan agama, namun lebih dari itu. Beliau terkenal dengan julukan Al-Hafidz {hafal al-quran}, Al-Alim, Al-Allammah dalam ilmu falaq {astronomi},fiqih akan tetapi bukan berarti beliau tidak menguasai dalam bidang-bidang ilmu agama yang lain, hanya saja beliau paling masyhur {terkenal} dalam bidang ilmu falaq {astronomi} dan fiqih.

Pendiri Pondok Pesantren dengan nama Fatihul-Ulum ini pernah menjadi komandan Hizbullah dan bersama K.Sya’dullah (Sidogiri) bahu membahu mengusir penjajah, sehingga pesantren yang di dirikan menjadi basis perjuangan pada masa pra kemerdekaan, selain itu dalam politik pada tahun 1955 beliau ikut menjadi dewan kostituante dan ikut mewarnai kebijakan pemerintah di masa Bung Karno.

Pondok Pesantren Fatihul ‘Ulum adalah pondok pesantren salafiyah putra - putri yang terletak di sebuah desa nan asri bernama Manggisan, sebelah barat daya Kota Jember. Pesantren ini didirikan oleh Hadhrotusy Syekh (alm.) K. H. Abdul Hannan. Saat ini, pondok ini diasuh oleh putra beliau yaitu K. H. Mahfudz Abdul Hannan. Kurikulum yang diterapkan di pesantren ini tidak jauh beda dengan kurikulum yang berlaku di pesantren-pesantren lain semisal Sidogiri Pasuruan, yaitu dalam bidang Fiqih, Tauhid, Tashawwuf, Ilmu Alat (nahwu, shorrof), maupun Ilmu Falak (astronomi). Bahkan baru-baru ini pendidikan umum pun juga diterapkan di salah satu daerah pesantren ini yaitu di Fatihul Ulum Daerah C (F.U.D.C). Sedangkan dalam penentuan hari raya, Fatihul Ulum tidak jarang dibuat rujukan masyarakat.

Karena seringkali lingkungan pedesaan yang biasa melahirkan orang yang tidak 'biasa', maka tidak heran apabila dari pondok pesantren ini telah lahir beragam ulama' yang tersebar di seantero Kabupaten Jember.

Selain terkenal akan Ilmu falak-nya (astronomi), Fatihul Ulum juga mendidik santrinya untuk siap terjun ke masyarakat. Fatihul Ulum memberikan pelatihan-pelatihan keterampilan (life skill), diantaranya dalam bidang peternakan, pertukangan, jahit-menjahit, pertokoan, dan konveksi.

Usaha pemberian life skill itu bukan hanya berbentuk teoretis saja, namun santri praktek langsung dalam pengelolaan usaha perekonomian. Saat ini dalam bidang peternakan Fatihul 'Ulum mengelola sembilan sapi perah. Berkat keuletan pengurus dan santri yang bekerja sama dengan dinas peternakan usaha itu pun berjalan lancar dan dapat memberi pemasukan pada pesantren.


4 komentar:

  1. wah........ wah..... ceritanya tanpa penelitian ilmiyah. Hanya sambung sana sambung sini dr bberapa artikel.
    KH Abd Hannan dan FATIHUL ULUM lebih dari apa yg diceritakan di sini.
    Tapi.. lumayan untuk kenalan.
    lihat juga www.manggisan.com

    BalasHapus
  2. waaa bgitu ya ..
    thanks gan

    BalasHapus